Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Diposting pada

Syarat Wajib Puasa Ramadhan & Syarat Sah Puasa Ramadhan

Syarat Wajib Puasa Ramadhan – Bulan suci ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti oleh setiap umat muslim, dimana dalam bulan ini seluruh umat muslim seluruh dunia yang telah baligh atau dewasa diwajibkan dalam menjalankan ibadah puasa.

Tak hanya menahan lapar dan haus selama satu bulan penuh, namun kita diwajibkan menahan diri dari segala bentuk godaan yang bisa membatalkan puasa. Dalam menjalankan puasa ramadhan seseorang tersebut harus memenuhi unsur atau syarat wajib dalam menjalannya. Apa saja syarat sah wajib puasa itu? Berikut fowaro akan memberikan penjelasan singkat terkait syarat sah wajib puasa ramadhan.

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Muslim (Beragama Islam)

Dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan seseorang tersebut harus beragama islam.

Sebagaimana seperti yang dilansir dari Islam.nu.or.id Syarat utama seseorang diwajibkan dalam menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa ramadhan ialah, ia seorang Muslim atau Muslimah.

Karena menjalankan ibadah puasa pada bulan suci ramadhan bagi seorang muslim adalah menunaikan rukun keislamannya.  Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Imam Muslim:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ “

Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan.” (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

Baligh (Usia Dewasa)

Syarat sah wajib puasa yang kedua yaitu baligh, seseorang yang dikatakan baligh dan wajib menjalankan puasa ramadhan ialah manakala dia yang telah keluar mani dari kemaluannya baik dalam keadan terjaga maupun tidur. Untuk perempuan yang telah keluar Haid.

Syarat dan batas keluar haid dan mani adalah minimal berumur 9 tahun. Bila yang belum mendapat haid dan mani yaitu batas minimal dikatakan baligh bila mana telah berusia 15 tahun semenjak lahir.

Waras dan Sehat (Tidak Gila)

Seseorang yang tidak diwajibkan dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan ialah dia yang terkena cacat mental (gila) atau tidak sadar akibat mabuk. Namun seseorang dalam keadan sadar atau sehat lalu sengaja mabuk maka ia diwajibkan mengganti dikemudian hari selain pada bulan ramadhan (qadha)

Sebagai mana dalam sebuah Hadits:

رُفِعَ اْلقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النّائِمِ حَتّى يَسْتَيْقِظُ وَعَنِ اْلمَجْنُوْنِ حَتّى يُفِيْقَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَبْلُغَ “

Tiga golongan yang tidak terkena hukum syar’i: orang yang tidur sampai ia terbangun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh.” (Hadits Shahih, riwayat Abu Daud: 3822, dan Ahmad: 910. Teks hadits riwayat al-Nasa’i)

Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh, Pejelasan Lengkap Terbaru

Kuat dan Mampu Berpuasa

Seseorang dikatan wajib dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan adalah dia yang mampu menjalankannya, Orang tersebut bila tidak mampu dalam menjalankannya maka tidak terkena hukum kewajiban menjalankannya.

Kategori orang yang tidak kuat dan mampu disini adalah apabila seseorang tersebut Musafir, sakit parah, hamil atau menyusui, dan orang yang telah sangat renta atau tua.

Mengetahui awal Puasa Ramadhan

Syarat sah wajib puasa ramadhan yang terakhir adalah mengetahui awal ramadhan, apabila seseorang tersebut melihat langsung hilal atau percaya melalui sumber yang benar dan adil yang melihat secara langsung hilal.

Kemudian orang tersebut berani mengambil sumpah, barulah seseorang tersebut dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan. Namun apabila pada saat melihat hilal tetapi tidak terlihat karena ditutupi awan tebat maka dengan menetukan permulaan bulan ramadhan dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan sya’ban menjadi 30 hari.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:  صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُواعِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ  “

Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari.” (HR. Imam Bukhari)

 

عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: جَاءَ اَعْرَبِيُّ اِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اِنِّي رَاَيْتُ اْلهِلَالَ فَقَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلّاَ اللهَ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: يَا بِلَالُ اَذِّنْ فِى النَّاسِ فَلْيَصُوْمُوْا غَدًا  “

Dari ‘Ikrimah, ia dapatkan dari Ibnu Abbas, berkata: datanglah orang Arab Badui menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ia berkata: sesungguhnya aku telah melihat hilal. Nabi menjawab: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah”, orang Arab Badui tadi menjawab; “ia”. Lalu Nabi bertanya lagi: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “ sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah”, dan Orang Arab Badui menjawab “ia”. Lalu Nabi bersabda; “wahai Bilal perdengarkanlah adzan ditengah-tengah kerumunan manusia, dan perintahkanlah mereka untuk mengerjakan puasa pada esok hari,” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh lima Imam, kecuali Ahmad).

Terimakasih telah membaca artikel ini semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *